Si Fighter burung Murai Batu

Salah satu golongan burung dengan karakter ” Fighter ” atau petarung seperti kita tahu bersama adalah burung Murai Batu.

Karakter tersebut salah satu yang membuat burung Murai batu banyak digemari oleh para penghobi kicau burung, gaya petarung yang terkadang gerakan-gerakan emosional yang disertai kicau yang keras, melengking terkadang dipadukan dengan beraneka macam irama dari si Murai membuat mata dan telinga penghobi bahkan penikmat awampun akan terpesona. Oleh karenanya si Murai batu banyak diburu para mania kicau burung, meskipun dari sisi nilai harga tergolong mahal.

 

Beberapa Jen127is Murai Batu di Indonesia

 

Dari beberapa sumber yang kami pelajari bahwa murai batu di Indonesia dibedakan   penamaanya dari daerah asalnya, antara lain sebagai berikut:

a.  Murai batu Aceh.   Murai batu Aceh ditemukan di kaki Gunung Leuser, keberadaannya saat ini sudah mulai jarang dan sudah semakin sedikit populasi di alam bebas seiring sudah semakin luas pemanfaatan lahan oleh manusia.

b.  Murai batu Nias.   Menurut berbagai sumber pemain lapangan murai batu, juga para penghobi burung ini punya keunggulan dari sisi kecerdasan serta daya ingat, sehingga murai nias lebih gampang menghafal setiap isian yang diberikan kepadanya. Kelebihan yang lain adalah tidak mudah stres. Asal burung ini adalah dari sebuah pulau yang terletak disebelah barat pulau sumatera, yang dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha).

c.  Murai batu Jambi.   Burung ini memiliki ekor lurus dan rapi serta bodi lebih kecil. Murai batu Jambi berasal dari Bengkulu, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

d.  Murai batu Medan.   Alunan suara burung ini termasuk paling bagus di antara jenis murai batu lainnya. Bentuk fisik besar dan terlihat kokoh. Burung ini berasal dari Bohorok, Bukit Lawang, kaki Gunung Leuser wilayah Sumatra Utara.

e. Murai batu Lampung.  Murai Lampung saat ini juga semakin sulit ditemukan dialam bebas, nilaipun semakin mahal. Burung ini berasal dari beberapa perbukitan dipesisir lampung. Juga penyebarannya sampai di sekitar Krakatau bahkan Ujung kulon (dari beberapa sumber, masing-masing daerah asal memiliki ciri fisik dan karakter burung yang berbeda).

e.  Murai batu Jawa.  Sering disebut Larwo. Burung ini punya tubuh lebih kecil dari murai batu Sumatera. Asal burung ini dibeberapa bagian pulau jawa, terutama bagian timur dan sebagian tengah dan barat.

f.  Murai batu Kalimantan.  Disebut juga murai batu Borneo. Burung ini mudah dikenali pada saat berkicau dengan ciri fisik menggembung pada bagian leher depan, oleh karenanya juga dijuluki si gembung.

Terimakasih para pembaca, mohon maaf atas kekurangan.

Wassalam…..

       Nugroho1982

Serdang, Serang, Banten, Indonesia.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s